Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi September 2010




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1. Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2. Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3. Father Peffley's Web Site; translated by permission of Fr. Francis J. Peffley;  www.transporter.com/fatherpeffley
4. Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5. Catholic1 Publishing Company; translated by permission of (late) Father Richard Lonsdale
6. Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
7. Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
8. Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
9. Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne - webmaster; www.cin.org
10. Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel

IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: SEPTEMBER 2010
MINGGU
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUMAT
SABTU
1


1 Kor 3:1-9
Luk 4:38-44
2

1 Kor 3:18-23
Luk 5:1-11
3

1 Kor 4:1-5
Luk 5:33-39
4

1 Kor 4:6b-15
Luk 6:1-5
5
HM Biasa XXIII


Keb 9:13-18
Flm 9-10,12-17
Luk 14:25-33
6



1 Kor 5:1-8
Luk 6:6-11
7


1 Kor 6:1-11
Luk 6:12-19
8
Mi: 5:1-4a atau
Rm 8:28-30
Mat 1:1-16,18-23 atau 1:18-23
9



1 Kor 8:1b-7,11-13
Luk 6:27-38
10


1 Kor 9:16-19,22b-27; Luk 6:39-42
11


1 Kor 10:14-22
Luk 6:43-49
12
HM Biasa XXIV

Kel 32:7-11,13-14
1Tim 1:12-17
Luk 15:1-32 atau 15:1-10
13


1 Kor 11:17-26,33
Luk 7:1-10
14


Bil 21:4b-9
Flp 2:6-11
Yoh 3:13-17
15

1 Kor 12 31-13:13 atau Ibr 5:7-9
 Luk 2:33-35
16


1 Kor 15:1-11
Luk 7:36-50
17


1 Kor 15:12-20
Luk 8:1-3
18


1 Kor 15:35-37,42-49; Luk 8:4-15
19
HM Biasa XXV

Am 8:4-7; 1 Tim 2:1-8; Luk 16:1-13 atau 16:10-13
20

Ams 3:27-34
Luk 8:16-18
21


Ef 4:1-7,11-13
Mat 9:9-13
22

Ams 30:5-9
Luk 9:1-6
23


Pkh 1:2-11
Luk 9:7-9
24


Pkh 3:1-11
Luk 9:18-22
25


Pkh 11:9-12:8
Luk 9:43b-45
26
HM Biasa XXVI


Am 6:1a,4-7
1 Tim 6:11-16
Luk 16:19-31
27


Ayb 1:6-22
Luk 9:46-50
28


Ayb 3:1-3,11-17,20-23; Luk 9:51-56
29

Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a
Yoh 1:47-51
30



Ayb 19:21-27
Luk 10:1-12
1


Sir 66:10-14c
Mat 18:1-5
2


Kel 23:20-23a
Mat 18:1-5, 10





ALLAH MENCIPTAKAN MEREKA SEBAGAI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
dikutip dari: Katekismus Gereja Katolik, #369 - #373

Laki-laki dan perempuan diciptakan, artinya, dikehendaki Allah dalam persamaan yang sempurna di satu pihak sebagai pribadi manusia dan di lain pihak dalam kepriaan dan kewanitaannya. “Kepriaan” dan “kewanitaan” adalah sesuatu yang baik dan dikehendaki Allah: keduanya, laki-laki dan perempuan, memiliki martabat yang tidak dapat hilang, yang diberi kepada mereka langsung oleh Allah, Pencipta-nya. Keduanya, laki-laki dan perempuan, bermartabat sama “menurut citra Allah”. Dalam kepriaan dan kewanitaannya mereka mencerminkan kebijaksanaan dan kebaikan Pencipta.

Allah Sendiri sama sekali tidaklah menurut citra manusia. Ia bukan laki-laki, bukan juga perempuan. Allah adalah Roh murni, pada-Nya tidak bisa ada perbedaan jenis kelamin. Namun dalam “kesempurnaan-kesempurnaan” laki-laki dan perempuan tercermin sesuatu dari kesempurnaan Allah yang tidak terbatas: ciri khas seorang ibu dan ciri khas seorang ayah dan suami.

Allah menciptakan laki-laki dan perempuan secara bersama dan menghendaki yang satu untuk yang lain. Sabda Allah menegaskan itu bagi kita melalui berbagai tempat dalam Kitab Suci: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan pernolong baginya yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18). Dari antara binatang-binatang manusia tidak menemukan satu pun yang sepadan dengan dia (Kejadian 2:19-20). Perempuan yang Allah “bentuk” dari rusuk laki-laki, dibawa kepada manusia. Lalu berkatalah manusia yang begitu bahagia karena persekutuan dengannya. “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kejadian 2:23). Laki-laki menemukan perempuan itu sebagai aku yang lain, sebagai sesama manusia.  

Laki-laki dan perempuan diciptakan “satu untuk yang lain”, bukan seakan-akan Allah membuat mereka sebagai manusia setengah-setengah dan tidak lengkap, melainkan Ia menciptakan mereka untuk satu persekutuan pribadi, sehingga kedua orang itu dapat menjadi “penolong” satu untuk yang lain, karena di satu pihak mereka itu sama sebagai pribadi (“tulang dari tulangku”), sedangkan di lain pihak mereka saling melengkapi dalam kepriaan dan kewanitaannya. Dalam perkawinan, Allah mempersatukan mereka sedemikian erat sehingga mereka “menjadi satu daging” (Kejadian 2:24) dan dapat meneruskan kehidupan manusia: “Beranak-cuculah dan bertambah banyaklah; penuhilah bumi” (Kejadian 1:28). Dengan meneruskan kehidupan kepada anak-anaknya, laki-laki dan perempuan sebagai suami isteri dan orangtua bekerjasama dengan karya Pencipta atas cara yang sangat khusus.

Menurut rencana Allah, laki-laki dan perempuan memiliki panggilan supaya sebagai “wakil” yang ditentukan Allah “menaklukkan dunia”. Keunggulan ini tidak boleh menjadi kelaliman yang merusak. Diciptakan menurut citra Allah, yang “mengasihi segala yang ada” (Kebijaksanaan 11:24), laki-laki dan perempuan terpanggil untuk mengambil bagian dalam penyelanggaraan ilahi untuk makhluk-makhluk lain. Karena itu, mereka bertanggung jawab untuk dunia yang dipercayakan Allah kepada mereka.


 Keluhuran Moral Perempuan  oleh Paus Yohanes Paulus II





“Dalam kekristenan, lebih dari dalam agama manapun, dan sejak dari awal mula, kaum perempuan telah mempunyai suatu martabat yang khusus, yang banyak aspek pentingnya diperlihatkan kepada kita oleh Perjanjian Baru.”
~ Paus Paulus VI





TELADAN MARIA MEMANCARKAN CAHAYA KE ATAS KEWANITAAN
dikutip dari: Surat Ensiklik “REDEMPTORIS MATER”, #46

Sebenarnya, kewanitaan itu mempunyai hubungan yang khas dengan Bunda Penebus, suatu pokok yang dapat dipelajari secara lebih mendalam di tempat lain. Di sini saya cuma ingin mencatat bahwa teladan Maria dari Nazaret memancarkan cahaya ke atas kewanitaan seperti apa adanya oleh kenyataan bahwa Allah, di dalam peristiwa yang luhur Penjelmaan Putra-Nya menjadi manusia, mempercayakan Diri-Nya kepada pelayanan yang bebas dan aktif seorang perempuan. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa kaum perempuan, dengan memandang Maria, menemukan dalam dia rahasia menghayati kewanitaan mereka dengan layak dan mencapai kemajuan mereka sendiri yang sejati. Di dalam cahaya Maria, Gereja melihat dalam diri kaum perempuan pantulan keindahan yang mencerminkan perasaan-perasaan paling halus yang dapat diungkapkan oleh hati manusia: keutuhan penyerahan diri dalam cinta; kekuatan yang mampu menanggung dukacita yang paling besar; kesetiaan tanpa batas serta devosi yang tak mengenal lelah untuk bekerja; kemampuan untuk memadukan intuisi yang tajam dengan kata-kata, dukungan serta dorongan.





“Dengan tiga cara yang berbeda, seorang perempuan dapat memenuhi misinya sebagai ibu: dalam perkawinan, dalam mengamalkan suatu profesi yang menghargai perkembangan manusia … dan di dalam kerudung sebagai pasangan Kristus”

~ St Edith Stein




SEORANG PEREMPUAN SAMARIA DATANG UNTUK MENIMBA AIR
oleh: St Agustinus, Uskup (354 - 430)

Seorang perempuan datang. Ia adalah simbol Gereja yang belum dijadikan benar, tetapi akan segera dijadikan benar. Kebenaran muncul dari percakapan. Ia datang dalam ketidaktahuan, ia menemukan Kristus, dan ia bercakap-cakap dengan-Nya. Marilah kita melihat tentangnya, marilah kita melihat mengapa seorang perempuan Samaria datang untuk menimba air. Bangsa Samaria bukan bagian dari bangsa Yahudi; mereka adalah orang-orang asing. Kenyataan bahwa perempuan itu datang dari suatu bangsa asing merupakan bagian dari makna simbolis, sebab perempuan itu adalah simbol Gereja. Gereja akan datang dari kaum kafir, dari suatu bangsa bukan Yahudi.

Jadi, patutlah kita mengenali diri kita sendiri dalam perkataannya dan dalam pribadinya, dan bersama perempuan itu menyampaikan syukur kita sendiri kepada Allah. Perempuan itu adalah simbol, bukan realita; ia mempratandakan realita, dan realita akan segera datang. Ia menemukan iman dalam Kristus, yang mempergunakannya sebagai suatu simbol untuk mengajarkan kepada kita apa yang akan datang. Perempuan itu lalu datang untuk menimba air. Ia memang datang hanya untuk menimba air, suatu hal yang lazim bagi laki-laki ataupun perempuan.

Yesus berkata kepadanya: Berilah Aku minum. Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Sebab itu, perempuan Samaria bertanya kepada-Nya: Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.

Bangsa Samaria adalah orang-orang asing; bangsa Yahudi tidak pernah mau mempergunakan barang-barang bangsa asing. Perempuan itu membawa sebuah timba untuk menimba air. Ia terheran-heran bahwa seorang Yahudi meminta minum kepadanya, suatu hal yang tak akan dilakukan orang-orang Yahudi. Tetapi Ia yang meminta minum haus akan imannya.

Sekarang dengarlah dan simaklah siapakah gerangan yang meminta minum. Yesus menjawab kepadanya dengan mengatakan: Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.

Yesus meminta minum, dan Ia menjanjikan minum. Ia membutuhkan, sebagai seorang yang berharap menerima, namun begitu Ia kaya, sebagai Dia yang hendak memuaskan dahaga yang lain. Ia berkata: Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah. Anugerah Allah adalah Roh Kudus. Akan tetapi Ia masih mempergunakan bahasa yang tersamar sementara Ia berbicara kepada si perempuan dan perlahan-lahan masuk ke dalam hatinya. Atau adakah Ia telah mengajarinya? Adakah yang terlebih lembut dan murah hati dari semangat yang Ia berikan? Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.

Apakah air ini yang hendak Ia berikan jika bukan air yang dibicarakan dalam Kitab Suci: Sebab pada-Mu ada sumber hayat? Bagaimanakah dapat merasa haus mereka yang akan meneguk dalam-dalam dari kelimpahan di rumah-Mu?

Ia menjanjikan Roh Kudus yang akan memuaskan secara berlimpah. Perempuan itu belum mengerti. Dalam ketidakmampuan menangkap makna perkataan-Nya, apakah jawabnya? Perempuan itu berkata kepada-Nya: Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air. Kebutuhannya memaksanya melakukan pekerjaan ini, kelemahannya menyusut darinya. Jika saja ia dapat mendengar kata-kata ini: Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Yesus mengatakan ini kepadanya, agar susah-payah kerjanya berakhir; tetapi ia belum dapat memahaminya.


 Kristus Memanggil Kaum Perempuan untuk Ikut Ambil Bagian dalam Misi-Nya oleh Paus Yohanes Paulus II
 Perempuan dalam Pelayanan Injil oleh Paus Benediktus XVI
 Diakones = Diakon Wanita? oleh P. William P. Saunders
 Tahbisan Wanita oleh P. William P. Saunders
 Legenda Paus Yohana oleh P. William P. Saunders




PELANGGARAN-PELANGGARAN TERHADAP MARTABAT PEREMPUAN
dikutip dari: Anjuran Apostolik “FAMILIARIS CONSORTIO” #24

Sayang sekali amanat Kristen tentang martabat kaum perempuan ditentang oleh tegarnya mentalitas, yang menganggap manusia bukan sebagai pribadi, melainkan sebagai benda, sebagai obyek perniagaan, melayani kepentingan egois dan kenikmatan semata-mata. Korban-korban pertama mentalitas itu ialah kaum wanita.

Mentalitas itu menghasilkan buah-buah yang amat pahit, misalnya penghinaan terhadap pria maupun wanita, perbudakan, penindasan kaum lemah, pornografi, pelacuran - khususnya dalam bentuk terorganisasi - serta sekian banyak bentuk diskriminasi di bidang pendidikan, pekerjaan, penggajian, dan lain-lain.

Selain itu, banyak bentuk diskriminasi yang merendahkan martabat sekarang ini masih tetap berlangsung di sebagian besar masyarakat kita, yang menimpa dan secara serius merugikan golongan-golongan khas perempuan, misalnya para isteri yang tanpa anak, para janda, para perempuan yang hidup terpisah atau diceraikan, dan ibu-ibu yang tidak menikah.

Para Bapa Sinode setegas mungkin mengecam bentuk-bentuk diskriminasi itu, begitu pula bentuk-bentuk lainnya. Maka kami meminta, supaya oleh semua pihak ditempuh langkah-langkah pastoral yang tegas dan kena sasaran, untuk secara definitif mengatasi situasi itu, sehingga gambar Allah, yang memancar dari semua manusia tanpa kecuali, dihormati sepenuhnya.


 Surat Paus Yohanes Paulus II kepada Kaum Perempuan
 Penanganan Etis Terhadap Korban Perkosaan oleh P. William P. Saunders





“Engkau bersikeras bahwa engkau tidak pernah mengundang orang untuk berbuat dosa. Memang engkau tidak melakukannya dengan lidahmu, tetapi engkau melakukannya dengan busanamu dan dengan tingkah lakumu, yang jauh lebih efektif daripada yang dapat kau lakukan dengan mulutmu. Apabila engkau telah membuat orang lain berdosa dalam hatinya, bagaimana mungkin engkau mengatakan bahwa engkau tidak bersalah? Engkau telah mengasah dan menghunus pedangmu. Engkau menikamkannya sehingga jiwa terluka.”

~ St Yohanes Krisostomus
St.Yohanes Krisostomus




KESOPANAN DALAM BERBUSANA

Paus Pius XII (1939-1958) beberapa kali sepanjang hampir duapuluh tahun masa pontifikatnya, secara mendesak berbicara mengenai pentingnya menanamkan kesopanan dalam berpakaian. Beberapa dari antaranya:

 “Betapa banyak gadis-gadis muda yang tak melihat ada yang salah dalam mengikuti mode-mode busana tertentu yang tak tahu malu. Pastilah muka mereka akan merah padam karena malu andai mereka dapat mengetahui pengaruh yang mereka timbulkan, dan perasaan-perasaan yang mereka bangkitkan, dalam diri orang-orang yang melihat mereka.”

 Keelokan jiwa kita lebih penting dari keelokan tubuh kita; dan sepatutnyalah kita lebih memilih kesejahteraan rohani sesama daripada kesukaan jasmani kita. Jika suatu mode pakaian tertentu merupakan suatu kesempatan dosa, dan membahayakan keselamatan jiwamu dan jiwa sesama, adalah kewajibanmu untuk meninggalkannya. Wahai para ibu Kristiani, andai kalian tahu betapa masa depan yang menggelisahkan dan membahayakan, aib yang tak terkendali kalian sediakan bagi putera dan puteri kalian, dengan secara tidak bijaksana membiasakan mereka berpakaian minim dan membuat mereka kehilangan rasa kesopanan, kalian akan malu atas dirimu sendiri dan kalian akan ketakutan atas celaka yang kalian buat atas dirimu sendiri, celaka yang kalian akibatkan atas anak-anak ini, yang dipercayakan surga kepada kalian untuk dibesarkan sebagai orang-orang Kristiani.”

 “Ada suatu batasan yang tak boleh dilampaui oleh mode pakaian apapun juga: yakni batasan dengan mana mode pakaian menjadi penyebab rusaknya jiwa-jiwa mereka yang mengenakannya dan jiwa-jiwa mereka semua yang berhubungan dengannya. Hak-hak jiwa jauh melampaui mode-mode pakaian itu. Para gadis Kristen, pikirkanlah juga ini: betapa kalian akan semakin anggun dan semakin menawan, jika kalian berbusana dengan kesopanan yang bersahaja dan bijak.”

Kesopanan dalam Berpakaian oleh Sr Lucia dari Fatima
Berbusana Sopan dalam Dunia Modern oleh P. William P. Saunders
Surat kepada Seorang Anak Gadis oleh: Dr. Alice von Hildebrand




5 September
19 September
23 September
29 September




Yang Terbaru:
 Sempurna oleh P. Gregorius Kaha, SVD

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, …)
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian …)
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,…)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, …)
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, …)
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, …)
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, …)
 KATEKESE (mengenai berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


 Yesus Kekasih Ekaristik Kita
 Devosi Kerahiman Ilahi
Yesus Kristus Sahabat Dalam Sakit
Kesaksian Yesus dan Maria ~ Catalina (Katya) Rivas
 Kisah Hidup Yesus Kristus dan BundaNya oleh B. Anna Katharina Emmerick
 Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus oleh B. Anna Katharina Emmerick
Tujuh Duka Santa Perawan Maria oleh St. Alfonsus Maria de Liguori    
Anjuran Apostolik "Redemptoris Custos" oleh Paus Yohanes Paulus II



Belum menemukan informasi yang Anda butuhkan? Silakan pergunakan fasilitas Google Search untuk mempermudah pencarian dengan mengetikkan kata kunci, misalnya “perpuluhan”.





Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net






Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : September 2010