Media Bina Iman Katolik
YESAYA
(YESus SAyang saYA)
yesaya.indocell.net


Edisi September 2019




"Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau."

(Yesaya 43:1,4)




SELAMAT DATANG di situs YESAYA (YESus SAyang saYA)!

MISI YESAYA:
mewartakan iman Katolik yang benar, yang selaras dengan ajaran Magisterium Gereja, agar umat Katolik semakin tahu dan paham apa yang diyakininya, dan dihantar untuk semakin mencintai imannya; bangga menjadi seorang Katolik!

IJIN RESMI:
Bahan-bahan utama dalam situs ini diterjemahkan dengan ijin resmi dari sumber-sumber berikut:
1.   Straight Answers by Father William P. Saunders; translated by permission of Michael Flach - Editor, The Arlington Catholic Herald; www.catholicherald.com
2.   Saint a Day, by Sr. Susan H. Wallace, FSP, Copyright © 1999, Daughters of St. Paul. Used by permission of Pauline Books & Media, 50 St. Paul's Avenue, Boston, MA 02130.
3.   Father Peffley's Web Site; translated by permission of Father Francis J. Peffley;  www.fatherpeffley.org
4.   Bread on the Waters; translated by permission of Father Victor Hoagland; www.cptryon.org
5.   Catholic Radio Dramas; translated by permission of Patrick G. O'Neill - Director, Catholic Radio Dramas; www.catholicradiodramas.com
6.   Catholic Tradition; translated by permission of Pauly Fongemie; www.catholictradition.org
7.   Catholic Spiritual Direction; translated by permission of Joe Koz; www.jesus-passion.com
8.   Catholic Information Network (CIN); translated by permission of Maryanne; www.cin.org
9.   Sacred Heart Organization Israel; translated by permission of Marianne; http://my.homewithgod.com/israel
10. Catholic Spiritual Direction by Father John Bartunek, LC, ThD and Dan Burke; translated by permission of Dan Burke; www.rcspiritualdirection.com/blog
11. Miracles of the Church, Mystics of the Church, Miracles of the Saints, St Paul of the Cross, St Gemma Galgani; translated by permission of Glenn Dallaire; www.miraclesofthechurch.com; www.mysticsofthechurch.com; www.miraclesofthesaints.com; www.saintpaulofthecross.com; www.stgemmagalgani.com
12. Testimony of Catalina (Katya) Rivas, translated by permission of Robert Hughes; Love and Mercy Publications; www.LoveAndMercy.org


IKUT SERTA MENYEBARLUASKAN ARTIKEL:
1. Dipersilakan mengutip / menyebarluaskan artikel-artikel yang ada di situs YESAYA dengan ketentuan:
a. tidak mengubah apapun dalam artikel
b. menyebutkan sumber asli dan terjemahan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
c. untuk tujuan pewartaan non-komersiil
2. Untuk keperluan di luar ketentuan di atas, silakan kontak webmaster: yesaya@indocell.net
3. Pelanggaran point 1 & 2 di luar tanggung-jawab YESAYA. Apabila pembaca mengetahui adanya pelanggaran, mohon kesediaannya untuk menginformasikan kepada Yesaya.

PEMBIMBING ROHANI:

INFO YESAYA:




KALENDER LITURGI: SEPTEMBER 2019

Renungan Harian berdasarkan kutipan para paus dan para orang kudus:



KASIH KEPADA SESAMA
dikutip dari: Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku, Jilid 4

Yesus bersabda: "Damai sertamu. Dengarkan. Ada tertulis: 'Kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.' Tapi siapakah sesama kita? Seluruh umat manusia, dalam arti umum. Dalam arti yang lebih sempit, semua warga negara kita; dalam arti yang bahkan terlebih sempit, semua warga kota kita; lalu dalam arti yang semakin dan semakin sempit, semua sanak saudara kita; dan akhirnya, lingkaran terakhir dari mahkota kasih ini ditutup bagai helai-helai bunga mawar sekeliling jantung bunga, kasih untuk saudara sekandung kita: sesama kita yang utama. Allah adalah pusat dari jantung bunga kasih, jadi kasih kepada-Nya adalah yang terutama yang harus dimiliki. Di sekeliling pusat-Nya adalah kasih kepada orangtua kita, yang kedua yang harus dimiliki, sebab bapa dan ibu adalah sungguh 'Allah' kecil di bumi, karena prokreasi [= memperanakkan] kita dan bekerja sama dengan Allah dalam penciptaan kita, di samping merawat kita dengan kasih yang tak kenal lelah. Beragam cincin kasih itu berada dekat sekeliling ovarium yang bersinar dengan putik dan memancarkan aroma dari kasih yang paling dipilih. Yang pertama adalah kasih kepada saudara-saudara kita yang dilahirkan dari rahim yang sama dan sedarah dengan kita. Bagaimana saudara kita seharusnya dikasihi? Hanya karena daging dan darahnya sama dengan kita? Bahkan burung-burung kecil yang ada bersama dalam satu sarang dapat melakukannya. Faktanya, inilah kesamaan yang mereka semua miliki: mereka seperindukan dan pada lidah mereka ada rasa liur bapa dan ibu mereka. Kita manusia lebih berharga dari burung. Kita punya lebih dari sekedar daging dan darah. Kita punya Bapa selain punya bapa dan ibu. Kita punya jiwa dan kita punya Allah, Bapa dari semua manusia. Jadi kita harus mengasihi saudara kita sebagai saudara, sebab bapa dan ibu kita yang melahirkan kita, dan sebagai saudara sebab Allah Yang adalah Bapa universal.

Oleh karena itu, kita harus mengasihi saudara kita, secara rohani dan tidak hanya secara jasmani. Kita harus mengasihinya bukan hanya karena tubuh dan darahnya, tetapi karena kesamaan roh yang kita miliki. Dan kita harus mengasihi, seperti sebagaimana ia harus dikasihi, roh saudara kita lebih dari tubuhnya. Sebab roh lebih penting dari tubuh. Sebab Allah Bapa lebih penting dari bapa manusia. Sebab roh lebih berharga dari daging. Sebab saudara kita akan jauh lebih tidak bahagia jika dia kehilangan Allah Bapa daripada jika dia kehilangan bapa manusianya. Adalah sungguh menghancurkan hati berpisah dari bapa manusia, tetapi itu hanyalah setengah dari menjadi yatim. Itu hanyalah merusakkan apa yang duniawi, yakni kebutuhan kita akan pertolongan dan belaian. Tetapi roh, jika dia bisa percaya, tidak akan dirusakkan oleh kematian si bapa. Sebaliknya, demi bergabung dengan bapa yang benar itu di mana dia berada, roh si anak bangkit seolah-olah ditarik oleh suatu kekuatan kasih. Dan dengan sungguh-sungguh Aku katakan kepadamu bahwa itu adalah kasih, kasih kepada Allah dan kepada bapa, yang telah naik dengan jiwanya ke tempat kebijaksanaan. Roh si anak naik ke tempat di mana dia lebih dekat dengan Allah dan bertindak dengan kebenaran yang terlebih lagi, sebab dia tidak kekurangan pertolongan sejati, yakni doa-doa si ayah yang sekarang dia kasihi dengan sempurna, pun dia juga tidak kekurangan pengendalian diri, baik karena kepastian bahwa bapanya sekarang melihat perbuatan-perbuatan anaknya secara lebih baik dari yang dilakukannya semasa hidupnya, maupun kerinduan untuk dapat bergabung dengan bapanya lewat suatu hidup yang kudus.

Itulah sebabnya mengapa orang harus terlebih memperhatikan roh daripada tubuh saudaranya. Pastilah itu kasih yang sangat rendah jika orang mempedulikan apa yang dapat binasa, dengan mengabaikan apa yang tidak dapat binasa dan yang, jika diabaikan, dapat menghilangkan sukacita abadi. Terlalu banyak orang melelahkan diri mereka sendiri dan mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal yang tidak berguna, dan kehilangan pandangan akan apa yang sungguh perlu. Seorang saudara atau saudari yang baik jangan khawatir hanya tentang merapikan pakaian dan menyiapkan makanan, atau membantu saudara-saudaranya dengan pekerjaan mereka. Tetapi dia harus membungkuk pada roh mereka dan mendengarkan suara-suara mereka, mengenali kesalahan-kesalahan mereka, dan dengan kesabaran yang penuh kasih menyibukkan diri untuk memberikan kepada mereka roh kudus yang bermanfaat, jika dalam suara-suara dan kesalahan-kesalahan itu dia melihat adanya bahaya bagi kehidupan abadi mereka. Dan jika saudaranya itu telah berdosa terhadapnya, dia harus mengampuninya dan memohon Allah untuk mengampuninya, melalui kembalinya si saudara pada kasih, yang tanpanya Allah tidak akan mengampuni.

Ada tertulis dalam Imamat: 'Janganlah kamu membenci saudaramu di dalam hatimu, kamu harus berterus terang mengatakan padanya tentang kesalahannya; dengan cara ini kamu tidak akan mendatangkan dosa atas dirimu sendiri karena dia.' Tetapi ada suatu jurang yang sangat dalam antara tidak membenci dan mengasihi. Kamu mungkin berpikir bahwa keengganan, menjauhkan diri, acuh tak acuh adalah bukan dosa, sebab itu bukan benci. Tidak. Aku telah datang untuk membawa terang baru tentang kasih, dan sebagai konsekuensinya, tentang kebencian, sebab apa yang membuat kasih terang dalam setiap detailnya, membuat setiap detail dari kebencian terang juga. Peninggian ke tingkat tinggi dari kasih, membawa, sebagai konsekuensinya, kelepasan yang lebih jauh dari kebencian, sebab semakin tinggi kasih naik, semakin rendah kebencian tampak tenggelam.

Doktrin-Ku adalah kesempurnaan. Adalah pemurnian perasaan dan pertimbangan. Adalah kebenaran tanpa metafora dan parafrasa. Dan Aku katakan kepadamu bahwa keengganan, menjauhkan diri, dan acuh tak acuh adalah sudah benci. Hanya karena itu bukan kasih. Benci adalah lawan kasih. Dapatkah kamu temukan nama lain untuk keengganan? Untuk menjauhkan diri dari suatu makhluk? Untuk acuh tak acuh? Dia yang mengasihi punya rasa suka pada orang yang dikasihinya. Jadi jika dia tidak punya rasa suka, dia tidak lagi mengasihinya. Dia yang mengasihi, bahkan meski dia terpisah secara materiil dari orang yang dikasihinya, terus berada dekatnya dengan rohnya. Jadi, jika dengan rohnya orang menjauhkan diri dari yang lainnya, maka dia tidak lagi mengasihi yang lainnya itu. Dia yang mengasihi tidak pernah acuh tak acuh terhadap orang yang dikasihinya, sebaliknya dia menaruh minat pada segala hal yang menyangkut orang itu. Jadi, jika orang acuh tak acuh terhadap yang lain, itu berarti bahwa dia tidak mengasihi yang lainnya itu. Dengan demikian kamu bisa melihat bahwa ketiga sikap itu merupakan cabang dari satu pohon: kebencian. Sekarang apa yang terjadi jika kita disalahi oleh orang yang kita kasih? Dalam sembilanpuluh persen perkara, jika kebencian tidak muncul, maka keengganan, menjauhkan diri atau acuh tak acuh akan terjadi. Tidak. Jangan lakukan itu. Jangan bekukan hatimu dengan ketiga bentuk kebencian itu. Kasih.

Tetapi kamu bertanya dalam hati: 'Bagaimana kami bisa?' Aku menjawabmu: 'Seperti Allah bisa, seperti Ia mengasihi mereka yang bersalah kepada-Nya. Kasih yang berduka tetapi masih mengasihi.' Kamu katakan: 'Bagaimana kita melakukannya?' Aku memberikan suatu hukum baru tentang hubungan dengan seorang saudara yang bersalah, dan Aku katakan: 'Jika saudaramu bersalah padamu, jangan mempermalukannya dengan mencelanya di depan umum, tetapi dorong kasihmu untuk menutupi kesalahan saudaramu itu di mata dunia.' Karena akan besarlah ganjaranmu di mata Allah, dengan menghalangi, demi kasih, setiap kepuasan dari kesombonganmu.

Oh! Betapa manusia senang membuat orang-orang lain tahu bahwa dia sudah disalahi dan berduka karenanya! Seperti seorang pengemis bodoh, dia tidak pergi kepada raja untuk meminta sedekah emas, tetapi dia pergi kepada para pengemis bodoh lainnya, yang seperti dirinya, meminta segenggam abu dan kotoran hewan dan seteguk racun yang membakar. Itulah apa yang diberikan dunia kepada orang yang disalahi yang pergi dengan mengeluh dan mohon penghiburan. Allah, sang Raja, memberikan emas murni kepada dia, yang sudah disalahi, dan pergi tanpa dendam, untuk menangis hanya di kaki-Nya dan memohon kepada-Nya, Kasih dan Kebijaksanaan, penghiburan akan kasih dan bagaimana berperilaku dalam keadaan duka. Oleh sebab itu, jika kamu menginginkan penghiburan, pergilah kepada Allah dan bertindaklah dengan kasih.

Aku berkata kepadamu, dengan mengoreksi hukum lama: 'Jika saudaramu telah berdosa terhadapmu, pergilah dan kamu sendiri perbaikilah dia. Jika dia mendengarkanmu, kamu telah mendapatkan saudaramu kembali. Dan pada saat yang sama kamu telah mendapatkan banyak berkat dari Allah. Jika saudaramu tidak mendengarkanmu, tetapi dia menolakmu dengan bersikukuh pada kesalahannya, bawalah bersamamu dua atau tiga orang saksi yang berwibawa, pandai, dan terpercaya, sehingga tak seorang pun dapat mengatakan bahwa kamu menyetujui kesalahannya atau acuh tak acuh terhadap kesejahteraan jiwanya, dan kembalilah kepada saudaramu bersama mereka, dan dengan baik-baik ulangi perkataanmu di hadapan mereka, sehingga para saksi mungkin dapat mengulangi bahwa kamu sudah melakukan semua yang dalam kuasamu untuk mengoreksi saudaramu dengan suatu cara yang kudus. Karena, itulah tugas seorang saudara yang baik, sebab dosa yang dilakukannya terhadapmu merusakkan jiwanya, dan kamu harus merawat jiwanya. Jika itu tidak berhasil, beritahukan kepada sinagoga, supaya dia dapat ditertibkan dalam nama Allah. Jika meski begitu dia tidak mau memperbaiki kesalahannya dan dia menolak sinagoga ataupun Bait Suci seperti dia menolakmu, maka anggaplah dia sebagai seorang pemungut cukai dan seorang bukan Yahudi.'

Lakukan itu baik kepada saudara-saudara kandungmu maupun kepada orang-orang yang kamu kasihi. Sebab juga dengan sesamamu yang jauh, kamu harus berperilaku dengan kekudusan, kemurahan hati, toleransi, dan kasih. Dan ketika itu adalah suatu perkara hukum dan adalah perlu untuk pergi ke pengadilan dan kamu pergi bersama musuhmu, Aku katakan padamu, hai manusia, yang sering kali mendapati dirimu sendiri dalam kejahatan-kejahatan yang terlebih besar melalui kesalahanmu sendiri, lakukan semua yang ada dalam kuasamu, sementara kamu di jalan, untuk berdamai dengannya, entah kamu benar atau salah. Karena keadilan manusia selalu tidak sempurna dan seorang yang cerdik pada umumnya mengalahkan keadilan dan si pelaku kesalahan dapat dianggap tidak bersalah, sementara kamu, yang tidak bersalah, mungkin dinyatakan bersalah. Dan lalu, tidak saja hakmu tidak akan diakui, tetapi kamu akan kalah dalam perkara dan, dari tidak bersalah kamu akan didapati bersalah akan fitnah, dan lalu hakim akan menyerahkanmu kepada pelaksana hukum yang tidak akan membiarkanmu bebas sampai kamu sudah membayar lunas hingga ke sen terakhir.

Berdamailah. Apa harga dirimu menderita karenanya? Sangat baik. Apa uangmu diperas? Lebih baik lagi. Asalkan kekudusanmu bertambah. Jangan haus akan uang. Jangan ingin pujian. Biar Allah yang memujimu. Pastikan bahwa kamu punya kantung uangmu di Surga. Dan berdoalah bagi mereka yang bersalah padamu. Supaya mereka dapat memperbaiki kesalahan. Jika itu terjadi, mereka sendiri yang akan mengembalikan kehormatan dan hartamu. Jika tidak, Allah yang akan melakukannya.

Pergilah, sekarang, sebab sudah waktunya bersantap. Biarkan hanya para pengemis yang tinggal dan duduk di meja kerasulan. Damai sertamu."
Selengkapnya silakan baca "Injil Sebagaimana Diwahyukan Kepadaku" [Puisi Manusia-Allah]





"Publikasikan karya ini [Puisi Manusia-Allah] seperti apa adanya. Tidaklah perlu memberikan pendapat mengenai asal-usulnya, apakah luar biasa atau tidak. Barangsiapa membacanya akan mengerti."

~ Paus Pius XII

Instruksi disampaikan di Vatican di hadapan saksi-saksi resmi pada tanggal 26 Februari 1948. Patut dicatat, approval Paus Pius XII ini lebih dari sekedar Imprimatur.
(pontifikat: 1939-1958)




"INJIL SEBAGAIMANA DIWAHYUKAN KEPADAKU"

oleh: Maria Valtorta


III. TAHUN KEDUA YESUS DI HADAPAN PUBLIK
271.
Berbicara kepada Seorang Ahli Taurat di Tepi Sungai Yordan
272.
Mukjizat Pertama Roti
273.
Yesus Berjalan di atas Air
274.
Karya Belas Kasih Jasmani dan Rohani
275.
Ketamakan dan Orang Kaya yang Bodoh
276.
Di Kebun Maria dari Magdala: Kasih kepada Sesama
...




Setahun sebelum wafat Padre Pio, seorang perempuan bernama Ny Elisa Lucchi menanyakan kepadanya apakah ia menganjurkannya membaca "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Padre Pio menjawab, "Aku tak hanya menganjurkannya, aku mendesakmu untuk membacanya!"

Pater Leo, yang menjadi imam pribadi Beata Teresa dari Calcutta selama tiga tahun, memperhatikan bahwa sang biarawati selalu membawa tiga buku bersamanya, ke manapun ia pergi. Yang satu adalah Kitab Suci dan yang lain adalah Brevir. Pater Leo menanyakan buku yang ketiga, dan itu adalah "Puisi Manusia-Allah" oleh Maria Valtorta. Ia menanyakan kepada Moeder Teresa buku tentang apa itu, dan sang beata mengatakan kepadanya "Bacalah." Sang imam bertanya lagi, dan ia menanggapi dengan jawaban yang sama, "Bacalah." Lebih lanjut, pada tahun 1996, Beata Teresa mengajukan satu permintaan pribadi kepada seniman Susan Conroy untuk menggambarkan lukisan Bunda Maria sebagaimana Ia tampak menurut penggambaran Maria Valtorta.

Penglihatan dan Dikte Yesus kepada Uskup Agung Don Ottavio Michelini, "Aku telah mendiktekan kepada Maria Valtorta, suatu jiwa yang berkurban, suatu karya yang mengagumkan. Mengenai karya ini, Aku-lah Pengarangnya."

Vicka Ivankovic-Mijatovic, Visionaris Medjugorje: "Bunda Maria mengatakan bahwa jika seorang ingin mengenal Yesus dia hendaknya membaca Puisi Manusia-Allah oleh Maria Valtorta. Buku itu adalah kebenaran." (Wawancara dengan Attorney Jan Connell dari Pittsburgh Center for Peace, 27 Januari 1988)




5 September
18 September
23 September
29 September





"Dukacita Sengsara Tuhan Kita Yesus Kristus"
dari Meditasi B. Anna Katharina Emmerick
mistikus, stigmatis, visionaris (1774 - 1824)

diterbitkan oleh
Marian Centre Indonesia


dengan Nihil Obstat dan Imprimatur




Yang Baru:
 COLUMBARIUM: PENITIPAN ABU JENAZAH DI GUA MARIA POHSARANG, KEDIRI
 KESAKSIAN IMAN: KEMATIAN DIA YANG DIKASIHI TUHAN
 HARUSKAH MENIKAH DI GEREJA KATOLIK? ~ KOMENTAR DAN TANGGAPAN OLEH RD Y. PURBO TAMTOMO

Yang Tetap:
 EDISI YESAYA SEBELUMNYA
 ALLAH TRITUNGGAL MAHAKUDUS
 GEREJA KATOLIK (Hierarki, Magisterium, )
 SAKRAMEN & SAKRAMENTALI
 SAKRAMEN EKARISTI (Perayaan Ekaristi, Komuni Kudus, Adorasi, Mukjizat, Kesaksian )
 KITAB SUCI, KEUTAMAAN, SPIRITUALITAS & KOMUNITAS KRISTIANI
 MASA ADVEN & NATAL
 MASA PRAPASKAH & PASKAH
MENGUNJUNGI GEREJA KATOLIK (Tempat Ibadat, Perangkat Liturgis,)
 SERBA-SERBI IMAN KATOLIK
 DOA & DEVOSI (Macam2 Doa, Devosi, Meditasi, )
 BUNDA MARIA (Dogma, Devosi, Penampakan, )
 ST YOSEF, PARA MALAIKAT & PARA KUDUS
 RIWAYAT SANTA & SANTO
 ZIARAH IMAN BERSAMA PARA KUDUS
 HIDUP MANUSIA (Keluarga, Feminisme, Seksualitas, Kontrasepsi, Aborsi, Eutanasia, Kematian, )
 KEHIDUPAN SESUDAH MATI (Api Penyucian, Surga, Neraka, )
 KATEKESE (berbagai topik)
 SUARA GEMBALA
 ANDA BERTANYA, KAMI MENJAWAB
 TANYA JAWAB IMAN KATOLIK
 YANG MENARIK & YANG LUCU


Kontak Webmaster : yesaya@indocell.net



Website Media Bina Iman Katolik YESAYA
Sejak November 2000
Last updated : September 2019