Bab 5
Pulau di mana Yesus Menerima Pembaptisan


Yohanes menyampaikan khotbah kepada para murid di Yordan mengenai segera tibanya saat pembaptisan Mesias. Ia mengatakan kepada mereka bahwa ia belum pernah melihat Dia, “Tetapi,” katanya, “sebagai bukti akan apa yang aku katakan, aku akan menunjukkan kepada kalian tempat di mana Ia akan menerima pambaptisan. Lihatlah, air sungai Yordan akan terbelah dan dari tengah-tengahnya akan muncul sebuah pulau.” Pada saat yang sama aku melihat air sungai terbelah dan, sejajar dengan permukaannya muncul sebuah pulau kecil, putih berbentuk bulat. Ini terjadi di tempat di mana Anak-anak Israel menyeberangi Yordan dengan Tabut Perjanjian dan juga di mana Elia membelah air dengan mantolnya.

Ketakjuban meliputi mereka semua yang menyaksikan. Mereka berdoa dan memadahkan puji-pujian. Yohanes dan para murid menempatkan batu-batu besar di sungai. Di atasnya mereka menempatkan ranting-ranting pepohonan, dan di atasnya lagi mereka menebarkan kerikil-kerikil putih yang baik, dengan demikian membentuk suatu jembatan dari tepi sungai ke pulau; di bawahnya air dapat mengalir. Kemudian mereka menanam duabelas pohon kecil sekeliling pulau, dan menghubungkan cabang-cabang atasnya begitu rupa hingga membentuk semacam anjang-anjang. Di antara pepohonan mereka menanam pagar tanaman dari semak-semak pendek, yang banyak didapati di sana sini sepanjang sungai Yordan. Semak-semak itu berbunga merah dan putih, buahnya kuning dengan sebuah mahkota kecil. Pagar tanam-tanaman ini tampak amat indah; sebagian diselimuti bunga-bungaan, sebagian sarat buah-buahan.

Pulau baru ini, tempat di mana Tabut dalam perjalanan menyeberangi Yordan pernah disemayamkan, tampak berbatu-batu dan dasar sungainya lebih dalam dibanding pada masa Yosua. Tetapi ketika Yohanes menjadikannya tempat pembaptisan Yesus, airnya tampak jauh lebih rendah, hingga aku tak dapat menentukan apakah airnya telah merosot turun ataukah pulaunya yang telah naik.

Di kiri jembatan, bukan di tengahnya, melainkan lebih dekat ke tepi pulau, terdapat sebuah mata air yang dalam di mana memancar air yang jernih. Beberapa langkah turun menghantar orang ke sana. Dekatnya, muncul diatas permukaan air sebuah batu merah yang halus bebentuk segitiga, tempat Yesus nantinya berdiri, dan di sebelah kanannya berdiri sebuah pohon palma yang ramping dengan buah-buahnya tempat Yesus berpegang dengan satu tangan pada waktu pembaptisan. Pinggiran mata air dihiasi sangat indah.

Aku melihat bahwa Yordan amat bergelombang pada waktu Yosua memimpin bangsa Israel menyeberanginya. Tabut Perjanjian diusung jauh di depan bangsa itu. Di antara duabelas pengusung dan mereka yang menyertainya adalah Yosua, Kaleb dan seorang yang namanya kedengaran seperti Enoi. Ketika tiba di tepi Yordan, bagian depan Tabut, yang biasanya diangkat dua orang, sekarang diangkat seorang saja, sementara yang lain menopang bagian belakang. Begitu pemimpin menjejakkan kaki Tabut dalam sungai, air yang deras mengalir sekonyong-konyong terputus alirannya dan tegak berdiri serupa serambi-serambi pada masing-masing sisi sungai, dan terus melonjak dan mengembang, hingga serupa gunung dan dapat terlihat di kejauhan di wilayah kota Sartan. Air mengalir menuju Laut Mati dengan meninggalkan dasar sungai begitu rupa hingga para pengusung Tabut berdiri di tanah yang kering. Bangsa Israel menyeberang dangan cara yang sama, tetapi beberapa jauhnya dari Tabut dan lebih turun ke sungai.

Tabut Perjanjian diangkat suku Lewi jauh ke dalam palung sungai ke tempat di mana terdapat susunan empat batu merah darah. Di sisi kiri dan kanannya terdapat dua baris batu berbentuk segitiga, enam buah jumlahnya dalam setiap baris. Batu-batu itu halus, seolah dipotong dengan pahat. Selain batu-batu ini, ada duabelas batu lain di masing-masing sisi. Keduabelas suku Lewi menurunkan Tabut Perjanjian di atas keempat batu yang di tengah dan melangkah, enam langkah ke kanan, enam langkah ke kiri, pada keduabelas batu yang berada dekatnya. Keduabelas batu ini berbentuk segitiga, ujungnya yang runcing menancap di tanah.

Masih ada duabelas batu lain yang lebih jauh. Batu-batu ini juga berbentuk segitiga, sangat besar dan berat dan beraneka ragam, sebagian dari batu-batu ini ditandai dengan berbagai macam figur dan bunga. Yosua memerintahkan duabelas orang dari duabelas suku Israel dipilih untuk mengusung batu-batu ini pada bahu mereka ke tepian seberang sungai, dan dari sana ke suatu tempat beberapa jauhnya di mana batu-batu itu disusun dalam dua baris sebagai tugu peringatan. Di masa sesudahnya, sebuah kota berdiri dekat lokasi ini. Nama keduabelas suku dan nama mereka yang mengusungnya diukirkan pada batu-batu itu. Batu-batu di mana suku Lewi berpijak masih lebih besar dari yang lainnya dan, sebelum bangsa Israel meninggalkan palung sungai, batu-batu ini dibalik sehingga ujungnya yang runcing menghadap ke atas. Bebatuan yang diusung ke tepian seberang sungai tak lagi kelihatan pada masa Yohanes. Entah batu-batu itu terkubur dalam bumi atau hancur karena perang, aku tak dapat mengatakannya. Yohanes memancangkan kemahnya di antara dua barisan batu.

Di masa sesudahnya, aku pikir melalui pengaruh Helena, sebuah gereja didirikan di tempat itu.

Tempat di mana Tabut Perjanjian disemayamkan di Yordan adalah tempat tepat di mana, di kemudian hari, menjadi mata air pembaptisan Yesus di pulau.

Ketika bangsa Israel dan Tabut Perjanjian telah menyeberang dan keduabelas batu telah dibalikkan, sungai Yordan mulai mengalir kembali.

Air dalam mata air pembaptisan di pulau begitu rendah hingga dari tepi sungai hanya kepala dan leher orang yang dibaptis dapat terlihat. Orang turun ke mata air melalui lereng yang menurun halus. Mata air segi delapan ini, sekitar lima kaki diameternya, dikelilingi oleh suatu tepian dari barisan batu yang lebar, terbagi dalam lima bagian.

Keduabelas batu segitiga, di mana suku Lewi berpijak berderet hingga ke mata air pembaptisan Yesus, ujung-ujungnya yang runcing mencuat dari tanah. Dalam mata air itu sendiri terdapat empat batu merah di mana Tabut pernah disemayamkan. Sekarang keempat batu itu berada di bawah permukaan air meski pada masa-masa yang lebih awal, ketika air Yordan surut, ujung-ujungnya terlihat dengan jelas.

Dekat tepi mata air terdapat sebuah batu piramida dengan tiga sudut, dengan ujungnya yang runcing di bawah. Di atas batu inilah Yesus berdiri pada waktu pembaptisan ketika Roh Kudus turun atas-Nya. Di sisi kanan-Nya, dekat tepian mata air, berdiri pohon palma yang ramping di mana Ia berpegang selama pembaptisan; di sisi kiri-Nya berdiri Pembaptis. Batu segitiga di mana Kristus berdiri ini bukanlah salah satu dari keduabelas batu yang berderet di bagian dalam mata air. Aku pikir Yohanes membawanya sendiri dari tepi sungai. Ada suatu misteri juga yang berhubungan dengannya. Batu itu dirambati berbagai macam tanaman dan bebungaan. Batu-batu yang lain, yakni keduabelas batu, beragam warnanya dan batu-batu itu juga ditembusi tanam-tanaman yang tak terbilang banyaknya dan diselimuti bebungaan. Keduabelas batu ini lebih besar dari keduabelas batu yang dibawa ke darat. Tampak bagiku bahwa batu-batu ini adalah batu-batu berharga yang ditempatkan di sana oleh Melkisedek sebelum air Yordan mulai mengalir. Tetapi ketika Melkisedek menempatkannya di sana, batu-batu itu kecil. Dengan cara ini Melkisedek meletakkan dasar dari banyak bangunan di masa mendatang.

Aku juga berpikir bahwa batu-batu berharga yang dikenakan Pembaptis pada penutup dadanya dalam perayaan juga diambil entah dari keduabelas batu itu atau dari batu-batu yang dipindahkan ke tepi sungai.


sumber : “The Lowly Life And Bitter Passion Of Our Lord Jesus Christ And His Blessed Mother Together With The Mysteries Of The Old Testament: from the visions of Blessed Anne Catherine Emmerich”; diterjemahkan oleh YESAYA: yesaya.indocell.net
                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
Yohanes Mewartakan Tobat dan Membaptis          previous  Halaman Sebelumnya     Halaman Selanjutnya  next      up  Halaman Utama